28
April 2011,
Hari
ini, pagi hari ini pukul Sembilan pagi, gue mendapatkan kabar yang kurang
menyenangkan. Tante gue yang bernama Yeni Sinyung telah menghadap illahi pukul
setengah tujuh pagi ini. Berita yang sama saat gue mendapat kabar tentang
kematian Ibu bulan lalu.
Sehari
sebelumnya, tepatnya rabu pagi, gue mendapat kabar dari suami tante gue, kalau
tante Yeni masuk rumah sakit lagi, RSI Cempaka Putih. Keadaanya sangat parah
lebih buruk dari sebelumnya, tante dalam keadaan kritis dan masih berada di IGD.
Gue langsung info orang rumah dan nyokap kalau tante masuk rumah sakit lagi.
Hari
rabu gue jalanin dengan biasa sampai nyokap sms minta dijemput di rumah sakit.
Berhubung gue sedang ujian tengah semester, maka gue jemput nyokap sehabis gue
selesai ujian.
Saat
gue tiba dirumah sakit, gue melihat keadaan tante yang benar – benar
menghawatirkan, tubuhnya yang dulu berisi, bugar dan sehat, kini digantikan
dengan tubuh yang mungil dan tak berdaya. Tante sudah gak bisa kenal sama orang
lagi, bahkan ia sulit bernafas dan dibantu oleh tabung oksigen. Gue gak tega
melihatnya. Malam itu saat gue melihat kearah wajahnya , ia seperti orang lain.
Perasaan gue juga malam itu gak enak banget, kacau.
Malam
itu gue mau ngindep di rumah sakit untuk nemenin, gentian sama keluarga yang
lain, tapi nyokap gue maksa pulang karena gak ada yang urusin adik gue.
Akhirnya gue pulang dan saat gue pamit sama tante Yeni, ya Tuhan, wajahnya udah
beda banget, dia sudah gak bisa bicara, nafas aja susah banget, tapi matanya
mencari – cari suara.
Saat
gue bilang “Tante ini Risma, cepet sembuh ya. Nanti kita jalan – jalan. Katanya
kita janji mau wisuda bareng, tente harus sembuh” gue bilang itu membisikkan di telinganya dan
gue pegagng tangannya. Ia gak bergerak, tapi matanya bergerak mencari asal
suara, mencoba melihat gue. Gue bisa melihat airmatanya, dia menangis, dia mau
bicara tapi sulit. Semua tubuhnya dipasangin selang. Sumpah gue gak tega
melihatnya.
Gue
benci kesedihan, gue benci mengeluarkan airmata. Malam itu gue ngetweet di
twitter” Gue benci kesedihan” dan ada
temen gue yang reply “ Semua orang juga gak suka kesedihan kok”.
Gue
bukannya gak suka mengeluarkan airmata atau suasana kesedihan. Gue tahu hidup
itu gak hanya senang aja, gembira saja pasti ada sedih ada dukanya karena life
is never flat. Gue gak kuat ketika gue harus ditinggal sama orang – orang yang
gue sayangi.
Hari
ini tanggal 28 April hari rabu pagi tante gue dipanggil tuhan, mungkin Tuhan sayang
sama dia, makanya Tuhan ambil dia. Saat gue mendapat telepon dari nyokap, gue
gak percaya, maka gue langsung telepon suaminya, Om Awal dan benar aja Om Awal
bilang tante udah gak ada, udah pulang ke Tuhan. Gue langsung nangis, coba
semalam gue jadi tidur di rumah sakit, coba gue bisa terus menghiburnya dan
coba yang lainnya. Tapi gue sadari, waktu gak bisa diputar kembali, tante sudah
gak ada, sudah pergi dari dunia ini, sama dengan Ibu yang sudah menghadap Tuhan
lebih dulu.
Jujur
sampai saat ini, gue masih gak percaya kalau tante sudah pergi, pergi tinggalin
suaminya, anak – anaknya dan meninggalkan ibunya. Gue tahu banget gimana perasaan
Icha dan Sheva anak tante Yeni. Icha umurnya sama seperti adik laki – laki gue yang
duduk dikelas 1 SMA sementara Sheva kelas 4SD.
Saat
gue kerumah duka, rumah itu berbeda banget, sudah gak ada lagi tante yang gue
jahilin, gak ada lagi tante yang gue kecengin saat ketemu di kampus atau gak
ada lagi tante yang gue palak minta beliin starbucks hingga tante yang gue ajak foto gila –
gilaan.
Janji
untuk diwisuda bareng tinggal kenangan (Tante ambil kuliah dikampus yang sama,
angkatan yang sama dengan gue, bedanya dia ambil jurusan broadcasting sementara
gue ambil jurusan humas). Janji itu gak bisa ditepati. Padahal dulu kita sering
kecengin nyokap – nyokap dan membayangkan gimana saat nanti kita diwisuda
memakai toga dengan pakaian wisuda sementara nyokap – nyokap pakai kebaya.
Gue
tahu semua itu gak bisa dipenuhi, Tuhan sudah panggil dia duluan. Tapi gue
janji kepada diri gue sendiri, gue harus bisa diwisuda dengan nilai yang
memuaskan. Sekarang gue duduk di semester 4 sedang ujian tengah semester,
berarti masih ada dua semester lagi sebelum gue diwisuda.
Dear
God..
Why..
You
are still picked her to your side
Even
I was praying to you last night
Please
take care of her and take her sick, but you didn’t gave my wish, my prays
Now
after Ibu, you’ve picked my aunty
Maybe
this is the best way for us, please take care my aunty on your side like Ibu.
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar