Friends Forever
Persahabatan antara Ibu dan Mama
dari yang selama ini aku perhatikan dan aku amati adalah persahabatn sampai
menutup mata. Ibu adalah teman baik Mama yang sudah Mama anggap sebagai kakak,
secara Mama anak pertama seperti aku yang anak pertama. Bisa dibilang Ibu
adalah teman terbaik Mama.
Nama lengkap Ibu adalah Titin
Suprihatin, beliau mempunyai lima orang anak, empat anaknya adalah perempuan
sementara satu anaknya adalah laki – laki. Beliau adalah ibu yang paling hebat
menurutku. Menurut Mama, Ibu bukan hanya sosok seorang sahabat yang baik,
tetapi seorang kakak yang mampu memberikan jalan keluar yang baik buat adiknya.
Mama suka curhat sama Ibu, saat Mama suka ataupun duka, Ibu dan Mama selalu
bersama, bahkan saat satu hari menjelang ajal menjemput Ibu, Mama selalu ada di
samping Ibu.
Aku pun merasakan hal yang sama,
saat aku berantem sama Mama atau saat aku merasa sikap Mama seperti anak kecil,
Ibu selalu menentramkan kami, pokoknya Ibu is the Best. Sayang ajal menjemput
Ibu terlebih dahulu. Sudah hampir setengah tahun, Ibu pergi meninggalkan kami,
meninggalkan suaminya, meninggalkan anak – anaknya, meninggalkan keluarganya,
meninggalkan teman – temannya termasuk Mama.
Walaupun sudah hampir setengah
tahun, tetap saja Mama masih suka menangis kalau ingat Ibu. Apalagi kalau ingat
saat – saat yang Mama lalui bersama Ibu, Mama pasti akan menangis. Berat saat
harus menghadapi kenyataan dimana orang – orang yang kita cintai pergi
menghadap Tuhan lebih dulu dari kita.
Terkadang saat suka bercanda,
pasti akan bilang, Ibu ada kok, diatas lagi tidur dibantal kura – kura atau
saat aku dan Mama berkunjung untuk berziarah dimakam Ibu, pasti akan bilang
“Ibu bangun, jangan tidur saja, enak ya bu,
tidurnya kok lama banget, Mama sedih tuh
Ibu tinggalin”
Saat Mama ingat Ibu, pasti Mama
akan menangis dan akan berfikir, gimana kabarnya ayah (suami Ibu), gimana
kabarnya anak – anak ibu. Seperti contoh hari ini sebelum lebaran, Mama
menelepon anak ke tiga Ibu, untuk menanyakan kabarnya dan Mama pergi ke mini
market dan pulang membeli jus Apple kesukaan Ibu. Mama hanya berkata “Nih Ris,
jus Apple, kesukaan Ibu”
Ya Tuhan terkadang aku suka
merasa kasihan saat Mama ingat akan Ibu. Satu hal yang paling aku ingat, saat
aku menang arisan dengan jumlah uang yang cukup besar. Tadinya uang itu hendak
aku gunakan untuk menonton konser artis idolaku di Singapore bulan September
ini, tapi Ibu memberikanku nasehat agar uang itu digunakan untuk keperluan yang
lain, jangan digunakan hanya untuk menonton konser yang hanya habis dalam waktu
hitungan jam.
Itulah Ibu, Beliau akan
memberikan nasehat yang baik, mendengarkan curhatan dan memberikan jalan keluar
yang terbaik. Kini Ibu sudah terbaring dan berisirahat dengan tenang.
Friend forever, till close your
eyes and until you can’t breathe again.
Selamat idul Fitri bu..
We will gonna missing you bu.
Malam Takbiran, 30 August 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar