I like the rain, because when it rains there will be no one who knows that I'm crying

Selasa, 30 Agustus 2011

Friend Forever

Friends Forever

Persahabatan antara Ibu dan Mama dari yang selama ini aku perhatikan dan aku amati adalah persahabatn sampai menutup mata. Ibu adalah teman baik Mama yang sudah Mama anggap sebagai kakak, secara Mama anak pertama seperti aku yang anak pertama. Bisa dibilang Ibu adalah teman terbaik Mama.

Nama lengkap Ibu adalah Titin Suprihatin, beliau mempunyai lima orang anak, empat anaknya adalah perempuan sementara satu anaknya adalah laki – laki. Beliau adalah ibu yang paling hebat menurutku. Menurut Mama, Ibu bukan hanya sosok seorang sahabat yang baik, tetapi seorang kakak yang mampu memberikan jalan keluar yang baik buat adiknya. Mama suka curhat sama Ibu, saat Mama suka ataupun duka, Ibu dan Mama selalu bersama, bahkan saat satu hari menjelang ajal menjemput Ibu, Mama selalu ada di samping Ibu.

Aku pun merasakan hal yang sama, saat aku berantem sama Mama atau saat aku merasa sikap Mama seperti anak kecil, Ibu selalu menentramkan kami, pokoknya Ibu is the Best. Sayang ajal menjemput Ibu terlebih dahulu. Sudah hampir setengah tahun, Ibu pergi meninggalkan kami, meninggalkan suaminya, meninggalkan anak – anaknya, meninggalkan keluarganya, meninggalkan teman – temannya termasuk Mama.

Walaupun sudah hampir setengah tahun, tetap saja Mama masih suka menangis kalau ingat Ibu. Apalagi kalau ingat saat – saat yang Mama lalui bersama Ibu, Mama pasti akan menangis. Berat saat harus menghadapi kenyataan dimana orang – orang yang kita cintai pergi menghadap Tuhan lebih dulu dari kita.

Terkadang saat suka bercanda, pasti akan bilang, Ibu ada kok, diatas lagi tidur dibantal kura – kura atau saat aku dan Mama berkunjung untuk berziarah dimakam Ibu, pasti akan bilang
 “Ibu bangun, jangan tidur saja, enak ya bu, tidurnya kok lama banget, Mama  sedih tuh Ibu tinggalin”

Saat Mama ingat Ibu, pasti Mama akan menangis dan akan berfikir, gimana kabarnya ayah (suami Ibu), gimana kabarnya anak – anak ibu. Seperti contoh hari ini sebelum lebaran, Mama menelepon anak ke tiga Ibu, untuk menanyakan kabarnya dan Mama pergi ke mini market dan pulang membeli jus Apple kesukaan Ibu. Mama hanya berkata “Nih Ris, jus Apple, kesukaan Ibu”

Ya Tuhan terkadang aku suka merasa kasihan saat Mama ingat akan Ibu. Satu hal yang paling aku ingat, saat aku menang arisan dengan jumlah uang yang cukup besar. Tadinya uang itu hendak aku gunakan untuk menonton konser artis idolaku di Singapore bulan September ini, tapi Ibu memberikanku nasehat agar uang itu digunakan untuk keperluan yang lain, jangan digunakan hanya untuk menonton konser yang hanya habis dalam waktu hitungan jam.

Itulah Ibu, Beliau akan memberikan nasehat yang baik, mendengarkan curhatan dan memberikan jalan keluar yang terbaik. Kini Ibu sudah terbaring dan berisirahat dengan tenang.

Friend forever, till close your eyes and until you can’t breathe again.

Selamat idul Fitri bu..

We will gonna missing you bu.


Malam Takbiran, 30 August 2011

Sabtu, 28 Mei 2011

Goodbye Tante Yeni

28 April 2011,

Hari ini, pagi hari ini pukul Sembilan pagi, gue mendapatkan kabar yang kurang menyenangkan. Tante gue yang bernama Yeni Sinyung telah menghadap illahi pukul setengah tujuh pagi ini. Berita yang sama saat gue mendapat kabar tentang kematian Ibu bulan lalu.
Sehari sebelumnya, tepatnya rabu pagi, gue mendapat kabar dari suami tante gue, kalau tante Yeni masuk rumah sakit lagi, RSI Cempaka Putih. Keadaanya sangat parah lebih buruk dari sebelumnya, tante dalam keadaan kritis dan masih berada di IGD. Gue langsung info orang rumah dan nyokap kalau tante masuk rumah sakit lagi.

Hari rabu gue jalanin dengan biasa sampai nyokap sms minta dijemput di rumah sakit. Berhubung gue sedang ujian tengah semester, maka gue jemput nyokap sehabis gue selesai ujian.
Saat gue tiba dirumah sakit, gue melihat keadaan tante yang benar – benar menghawatirkan, tubuhnya yang dulu berisi, bugar dan sehat, kini digantikan dengan tubuh yang mungil dan tak berdaya. Tante sudah gak bisa kenal sama orang lagi, bahkan ia sulit bernafas dan dibantu oleh tabung oksigen. Gue gak tega melihatnya. Malam itu saat gue melihat kearah wajahnya , ia seperti orang lain. Perasaan gue juga malam itu gak enak banget, kacau.

Malam itu gue mau ngindep di rumah sakit untuk nemenin, gentian sama keluarga yang lain, tapi nyokap gue maksa pulang karena gak ada yang urusin adik gue. Akhirnya gue pulang dan saat gue pamit sama tante Yeni, ya Tuhan, wajahnya udah beda banget, dia sudah gak bisa bicara, nafas aja susah banget, tapi matanya mencari – cari suara.

Saat gue bilang “Tante ini Risma, cepet sembuh ya. Nanti kita jalan – jalan. Katanya kita janji mau wisuda bareng, tente harus sembuh”  gue bilang itu membisikkan di telinganya dan gue pegagng tangannya. Ia gak bergerak, tapi matanya bergerak mencari asal suara, mencoba melihat gue. Gue bisa melihat airmatanya, dia menangis, dia mau bicara tapi sulit. Semua tubuhnya dipasangin selang. Sumpah gue gak tega melihatnya.

Gue benci kesedihan, gue benci mengeluarkan airmata. Malam itu gue ngetweet di twitter” Gue benci kesedihan”  dan ada temen gue yang reply “ Semua orang juga gak suka kesedihan kok”.
Gue bukannya gak suka mengeluarkan airmata atau suasana kesedihan. Gue tahu hidup itu gak hanya senang aja, gembira saja pasti ada sedih ada dukanya karena life is never flat. Gue gak kuat ketika gue harus ditinggal sama orang – orang yang gue sayangi.

Hari ini tanggal 28 April hari rabu pagi tante gue dipanggil tuhan, mungkin Tuhan sayang sama dia, makanya Tuhan ambil dia. Saat gue mendapat telepon dari nyokap, gue gak percaya, maka gue langsung telepon suaminya, Om Awal dan benar aja Om Awal bilang tante udah gak ada, udah pulang ke Tuhan. Gue langsung nangis, coba semalam gue jadi tidur di rumah sakit, coba gue bisa terus menghiburnya dan coba yang lainnya. Tapi gue sadari, waktu gak bisa diputar kembali, tante sudah gak ada, sudah pergi dari dunia ini, sama dengan Ibu yang sudah menghadap Tuhan lebih dulu.

Jujur sampai saat ini, gue masih gak percaya kalau tante sudah pergi, pergi tinggalin suaminya, anak – anaknya dan meninggalkan ibunya. Gue tahu banget gimana perasaan Icha dan Sheva anak tante Yeni. Icha umurnya sama seperti adik laki – laki gue yang duduk dikelas 1 SMA sementara Sheva kelas 4SD.
Saat gue kerumah duka, rumah itu berbeda banget, sudah gak ada lagi tante yang gue jahilin, gak ada lagi tante yang gue kecengin saat ketemu di kampus atau gak ada lagi tante yang gue palak minta beliin starbucks  hingga tante yang gue ajak foto gila – gilaan.
Janji untuk diwisuda bareng tinggal kenangan (Tante ambil kuliah dikampus yang sama, angkatan yang sama dengan gue, bedanya dia ambil jurusan broadcasting sementara gue ambil jurusan humas). Janji itu gak bisa ditepati. Padahal dulu kita sering kecengin nyokap – nyokap dan membayangkan gimana saat nanti kita diwisuda memakai toga dengan pakaian wisuda sementara nyokap – nyokap pakai kebaya.
Gue tahu semua itu gak bisa dipenuhi, Tuhan sudah panggil dia duluan. Tapi gue janji kepada diri gue sendiri, gue harus bisa diwisuda dengan nilai yang memuaskan. Sekarang gue duduk di semester 4 sedang ujian tengah semester, berarti masih ada dua semester lagi sebelum gue diwisuda.

Dear God..
Why..
You are still picked her to your side
Even I was praying to you last night
Please take care of her and take her sick, but you didn’t gave my wish, my prays
Now after Ibu, you’ve picked my aunty

Maybe this is the best way for us, please take care my aunty on your side like Ibu. Amin

Jumat, 13 Mei 2011

EPISODE GALAU KPOP


KEMBALI GALAU
Setelah galau KIMCHI dan galau SS3 berakhir, akhirnya gue kena sindrom galau SWD (SHINee World Concert) yang memang sudah gue ketahui dan gue mau banget pergi kesana. Sebenarnya gue sudah persiapkan semuanya dari tahun lalu, budget juga ada, tapi karena suatu hal dan yang lain dan tidak bisa terhindarkan, akhirnya budget gue nonton SHINee World Concert di Singapore terpakai dan inilah yang buat gue nangis Bombay dan GALAU tingkah dewa…..!!!!

Budget yang seharusnya gue gunakan untuk nonton konser sudah terpakai disaat pemesanan tiket konser SHINee dibuka, nyesek, nangis, mau marah juga gak bisa. Uangnya bukan buat gue gunakan untuk hura – hura, tetapi untuk keperluan masa depan gue. Gue mau marah, nangis dan mengeluh juga seperti orang yang serba salah. Kecewa sudah pasti dan amat kecewa, tapi gue juga berpikir rasional dan dengan kepala dingin.

Memang gue ingin banget ketemu SHINee dan menonton konser mereka, tapi apalah daya tangan tak sampai. Tiket konser dijual dengan harga tiket setara SS3, ibaratnya uang 2 juta-2,5 juta itu juga cukup termasuk tiket pesawat, tiket konser & pengindapan, secara biasanya kalau gue mau jalan ke luar negeri atau pun dalam negeri pasti ala backpacker, bukannya pelit atau gimana, tapi terbatas dengan biaya dan harus irit , #budgetanakmuda.

Sebagai shawol gue akan berusaha untuk hadir dan mendukung SHINee. Setelah berfikir logis ada dua sisi didalam diri gue sendiri. Sisi postif alias sisi normal :
·         Tidak terlalau memaksakan kalau gak ada dana untuk nonton konser SHINee,
·         Uang segitu banyak, dan sayang kalau dihabiskan hanya untuk nonton konser yang hanya 2-3 jam
·         Uangnya bisa digunakan untuk keperluan yang lain
·         Kan sudah pernah ketemu SHINee waktu di Jakarta jadi mau ngapain ketemu lagi..?

Sisi negative alias sisi egois :
·         Kapan lagi ketemu SHINee..? dari pada nyusul ke Korea, lebih mahal
·         Mau nunggu SHINee konser di Indonesia, mau sampai kapan
·         Kenapa uang untuk nonton budget bisa dipakai sih.? Kalau gini gimana..

Gue hanyalah manusia biasa dan sisi egois dari diri seorang manusia pastilah ada. Tapi kalau dipikir secara logika, kepala dingin dan masukkan dari teman – teman gue yang normal alias gak suka KPOP, memang uang segitu sayang dan seharusnya gue gak merasa menyesal karena sudah memakai uang itu untuk biaya masa depan gue.

Nonton konser bukanlah kebutuhan primer alias kebutuhan utama gue, tetapi hanyalah sebuah kebutuhan sekunder alias sampingan. Gue harus tetap mementingkan kepentingan gue yang paling mendesak dan berharga daripada mementingkan kebutuhan sekunder gue. Bahkan teman gue pernah complain
“Ris..ngapain sih elo rela beli kaset original mereka, mending download aja, bukannya elo udah punya lengkap..? sayang uangnya”
“Kak, apa gak sayang beli sampai mahal, mending uangnya ditabung atau kalau seperti aku yang anak kos, bisa untuk biaya makan”

Gue bingung mau jawab apa, sebagai seorang fans pasti harus mendukung idola. Gue membeli CD original mereka juga dengan perhitungan. Kalau CD original lebih dari budget yang sudah gue tetapkan, gue akan memikir 2 X bila ingin membelinya, biasanya gue akan pesan di toko CD langanan gue yang harga CDnya cukup murah, walaupun gue pesen sudah lama dan CDnya datang 4-5 bulan kemudian kekekeke. Tapi itu semua CD Orginal, si pemilik Toko rupanya memesan dari Taiwan yang harga CD relative lebih murah dari pada harus import langsung ke Korea. Yang penting original dan terkadang gue mendapatkan CD+DVD. Misalnya kemarin itu pesan CD Hello – SHINee, bila Korean Version & diimport dari Korea langsung harganya sekitar 150ribu sementara kemarin gue dapat CD yang sama + DVD Korean Version, namun khusus Taiwan sell only hanya dengan harga 100ribu, artinya gue bisa menghemat 50 ribu dan mendapatkan 1 CD + 1 DVD yang lebih banyak benefitnya.

Gue juga terharu baca notes teman gue yang menurut versinya dia harus kembali hidup NORMAL, terlepas dari ke egoisan dan ke ababilan. Menurutnya kita masih bisa hidup normal tanpa harus pergi menonton konser idola, masih bisa hidup normal dengan hal lainnya. Menurutnya juga, mendukung idola tidak hanya seperti itu, cukup berdoa untuk mereka dan selalu mendukung karir mereka itu sudah cukup untuk sebuah pembuktian.


Ya tetap aja gue GALAU dan kembali GALAU

Rabu, 04 Mei 2011

EPISODE GALAU KERJA


RESIGN
Finally, aku harus mengambil sebuah keputusan yang akan mempengaruhi kehidupan dan berkarir aku untuk kedepannya. Setelah tiga tahun berkerja di tepat kerja sekarang, akhirnya bulan ini, bulan May 2011 aku melayangkan surat cinta alias resign letter to my boss.

Kalau boleh jujur, aku merasa berat banget untuk meninggalkan semua kenangan yang ada ditempat kerja sekarang, sumpah sedih banget bow (T^T). Aku bekerja dari sebelum lulus sekolah Menengah ilmu pariwisata atau SMIP dan memulainya dari awal, mulai dari nol. Tiga tahun itu waktu yang cukup lama, buat seorang Risma Hariati bertahan di tepat bekerja. Aku memulai karir dibidang pariwisata sebelum mendapatkan ijazah tanda tamat belajar.

Selama tiga tahun aku belajar bagaimana harus membuat paket tour ke luar negeri dan sebagai macamnya. Belajar bagaimana caranya bekerja yang sesungguhnya, belajar mencari uang sendiri dengan hasil keringat dan bagaimana rasanya dimarahi costumer even its not your pure fault bahkan harus tetap tersenyum didepan costumer dan Management padahal apa yang kamu rasakan itu beda banget. (@^@)

Waktu tiga tahun banyak banget yang dilalui, mulai bagaimana caranya harus mencari costumer, dimarahi costumer, dimaki – maki atasan dan lainnya, but beruntungnya aku mendapatkan senior – senior yang baik hati. Mereka selalu membantu aku yang merupakan anak baru,  seorang junior.
 Bila aku disuruh flashback sumpah sulit banget, beneran nih pas nulis nih cerita airmata sudah jatuh hikzz.hikz.. (TT^TT)

Aku masih ingat kala itu tanggal 16 May 2008, aku mulai bekerja di sebuah perusahaan dimana aku dituntut bekerja secara professional, disiplin dan tanggung jawab.
Ingat banget saat itu aku ditempatkan dilantai dua dengan tugas membuat paket tour dan menjual paket tour untuk keluar negeri.
Ingat banget saat pertama kali dimarahi senior karena menggunakan mesin fotocopy tanpa bilang – bilang (nih pasti ada yag nyadar dulu pernah marahin gue..? ahhahahah )
Ingat banget saat aku berteriak – teriak dan semua senior langsung menegur karena suaraku yang seperti toa
Ingat banget saat aku menggunakan semua atribut berwarna biru, mulai dari kemeja, sepatu, tas hingga eyeshadow dan diketawain senior
Ingat banget saat aku berselisih paham dengan atasan
Ingat banget computer digunakan buat twitteran, main facebook padahal kerjaan sudah numpuk
Ingat banget saat berebutan menggunakan kamar mandi karena hanya ada 1 kamar mandi
Ingat banget saat berebutan computer untuk scan atau fotocopy karena hanya ada 1 mesin disetiap lantai.
Ingat banget saat makan siang ketiduran di ruang makan dan lainnya
Ingat banget setiap pagi sebelum mulai kerja, masak air panas atau malakin senior minta kopi karena stock kopi habis (Mbak minta kopinya atau nanti aku ganti, kenyataannya gak pernah keganti tuh kopi hohoho)
Ingat banget saat aku melakukan kesalahan dalam berhitung dan seniorku membantu untuk menutupinya
Ingat banget saat aku ulangtahun yang terakhir yaitu tahun lalu, senior memberikan aku sebuah kaos yang akan aku selalu gunakan. Kenangan terindah dari Department ku, lantai 3 is the best lah ahahah (>3< )
Ingat banget saat sudah tiba waktunya pulang langsung pada kabur menghilang
Ingat banget saat aku ketiduran dikolong meja dan dicariin
Inget banget saat semua senior meledek (karena aku adalah objek kebahagiaan mereka, kalau belum meledek aku belum afdol rasanya)
Ingat banget saat aku narsis dan berkata”aku adalah yang termuda dan terimut disini” semua senior aku langsung protes dan pura – pura muntah. Kenyataannya sih emang gitu, aku yang termuda di department ku heheheh
Ingat banget saat aku mulai menyetel lagu korea alias lagu kebangsaan SHINee para senior pada teriak minta dimatiin lagunya karena gak ngerti sama bahasanya
Ingat banget saat order makanan dan patungan makanan yang ujung – ujungnya itu makanan aku yang habisiin hohohohoho

Semua itu gak akan hilang begitu saja, Semua itu akan menjadi sebuah kenangan yang indah yang gak akan pernah bisa dilupakan. Berat banget saat tahu aku harus meninggalkan semua ini, meninggalkan senior – senior yang baik hati, meninggalkan semuanya

Bila dulu bertemu ditempat seminar dengan teman – temanku seangkatan pada waktu sekolah, mereka selalu bilang
“Masih betah Ris ditempat loe yang sekarang..?”
“Udah pernah bawa tour kemana atau gaji loe berapa..?”
“ Gila loe betah banget, padahal elo bisa dapat yang lebih loh kalau elo pindah ke travel lain”

Saat itu aku hanya bisa berkata “ saya nyaman dengan keadaan yang sekarang” atau aku akan membela perusahaan aku, ya walaupun itu perusahaan bukan milikku.

Tapi sekarang semuanya harus berakhir. Gak ada lagi yang bisa dipertahankan, gak ada lagi yang bisa membuat Risma Hariati terus bertahan dan mengalah. Setiap orang pasti menginginkan yang terbaik untuk kehidupannya kelak.

Dulu aku pernah berjanji kepada seniorku
“Mbak jangan tinggalin Risma ya, kita janji tiga tahun ya disini, baru aku pindah” aku bilang seperti itu kepada seniorku yang sudah bekerja hampir sepuluh tahun dan seniorku bilang
“ Tenang ajar Ris, aku temanin” ternyata aku yang tepati janjiku ahahaha.

Tiga tahun aku bertahan dari segala macam rasa, segala macam kejadian yang membuatku bahagia, senang, sedih, kesal dan lainnya. Aku rasa aku sudah cukup bertahan dan membela perusahaan, sebagai karyawan junior, ibaratnya tiga tahun itu belum ada apa – apanya. Aku memang masih junior dan masih belum berpengalaman tapi apa aku telah membuat kesalahan selama ini. Aku memang pernah membuat kesalahan tapi apa aku pernah meminta lebih, meminta hak yang seharusnya aku dapatkan even you are still junior staff..?

Selama ini aku gak pernah protes dengan perusahaan dan Management
Aku selalu mendengarkan apa yang disarankan oleh perusahaan dan Management even I didn’t feel comfortable with the situation and condition, I has accepted it without argumentation
Aku gak pernah protes tentang masalah salary atau gaji. Untuk masa kerja selama hampir tiga tahun dengan pembagian tugas yang acak – acakkan (Aku bekerja sebagai International Tour Staff tetapi terkadang harus menjadi seorang Ticketing Domestic & international, Hotel Department, Sales Department, Document, bagian penagihan hingga pernah menjadi seorang messenger office karena saat itu gak ada satu pun messenger dikantor sementara besok costumer harus menerima voucher tour). Aku tetap jalankan tugasku
Aku gak pernah protes saat kinerjaku disalahkan atau hitunganku mengalami kerugian dan lainnya
Aku gak pernah protes saat disalahkan karena tidak bisa mendapatkan tender group atau kalah bidding
Aku gak pernah protes kepada my boss saat aku diserang oleh costumer dan my boss hanya terdiam gak membela aku sedikit pun
Aku gak pernah protes saat gajiku dipotong untuk hal – hal yang nonsense
Aku gak pernah protes saat aku baru mulai didaftarkan ikut kesehatan padahal aku sudah bekerja selama tiga tahun dan baru tahun ini didaftarkan
Aku gak pernah protes saat hasil kerjaku di caci maki atau cara kerjaku dibicarakan secara buruk dibelakangku
Aku gak pernah MENUNTUT yang berlebihan karena aku sadar diri, aku hanya seorang staff basa, staff junior untuk selama tiga tahun
Aku gak pernah menuntut untuk membayarkan uang lemburanku yang selama ini tidak pernah dibayarkan
Aku gak pernah protes dengan system pembagian incentive yang tidak masuk akal
Aku gak pernah protes saat malam – malam buta aku dihubungi oleh tamu atau atasanku hanya untuk memastikan pekerjaan yang memang aku sudah selesaikan
Aku gak pernah protes saat kinerja ku dipertanyakan atau aku tidak diberikan kepercayaan sepenuhnya

Bila aku dipertanyakan kembali oleh perusahaan dan Management dimana rasa consideration sampai batas mana aku membela perusahaan padahal selama ini perusahaan sudah memberikan aku kemudahan dalam menjalankan semua aktifitasku.

Aku bekerja sambil kuliah dan terkadang aku harus ijin pulang cepat karena ada ujian semester atau quiz mendadak atau ada acara seminar sehingga aku gak bisa masuk kantor. Memang perusahaan dan Management  memberikan aku ijin dan tidak mempersulitku.

Tapi aku akan bertanya kembali

Dimana perusahaan dan Management berada saat aku harus mengalami kecelakaan setahun yang lalu sehingga aku harus break selama satu minggu
Dimana perusahaan dan Management berada saat aku membutuhkan fasilitas yang seharusnya aku dapatkan saat aku bidding dengan agent lain untuk mendapatkan big deal yang ingin aku dapatkan
Dimana perusahaan dan Management berada saat aku berteriak OVERLOAD dan aku membutuhkan seseorang yang tepat untuk mendukung pekerjaanku
Dimana perusahaan dan Management berada saat ada seminar yang memang diperuntukkan oleh bagianku, apakah aku diikut sertakan..?
Dimana perusahaan dan Management berada saat aku membutuhkan seminar yang menurutku bisa membantu pekerjaan sehingga aku dapat berbuat lebih baik untuk perusahaan dan Management

Bila dipertanyakan rasa LOYALITAS saya terhadap perusahaan apa yang akan saya katakana..? saya akan berkata
“ SAYA LOYAL TERHADAP ANDA DAN PERUSAHAAN, TAPI APAKAH ANDA DAN PERUSAHAAN AKAN LOYAL TERHADAP SAYA..???!!!”

Aku tidak munafik untuk pekerjaan yang baru aku mendapatkan salary yang lebih tinggi, uang kesehatan yang terjamin hingga sesuatu kesempatan yang membuatku berkata “ AKU PASTI BISA”.
Aku tidak mau aku ditahan dengan dinaikkan gaji dan bla…bla… pada saat aku mau keluar. Dimana anda dan perusahaan berada pada saat dahulu aku membutuhkannya, bukan hanya aku saja, dimana rasa kepedulian anda dan perusahaan terhadap para karyawannya..? semua masukkan dan ide – ide yang aku pernah berikan, apakah ada yang dipertimbangkan..??

Apapun keputusannya, aku diijinkan atau tidak diijinkan untuk keluar aku akan tetap keluar.
Aku sadar aku loyal terhadap perusahaan sementara perusahaan tidak loyal, tidak memperhatikan kesejahteraan para karyawannya.
Hidup itu realistis bro !!! kalau hidup pakai perasaan atau gak enakkan, mau makan apa anak istri kita nantinya,even you are single but you are still need salary for support your life, support your family

Aku sudah lelah untuk menunggu kesempatan itu, menunggu kemajuan karirku ditempatku yang sekarang. Aku stuck, jalan ditempat. Selama tiga tahun aku bertahan gak ada perubahan sedikit pun.

Risma Hariati hanyalah seorang manusia biasa yang bila terus ditekan, terus disalahkan atau tidak diperhatikan dengan baik pasti akan berontak dan tidak bisa selalu menerima
Aku hanyalah manusia biasa, aku bukanlah Tuhan yang bisa menutup mata untuk hal – hal yang telah membuat aku kecewa membuat aku tidak diperhatikan
Anda selalu bilang mempercayakan sepenuhnya pekerjaan kepadaku tapi dengan cara anda yang mengerecokkin dan mengacak – acak pekerjaanku apakah itu bentuk dari kepercayaan yang anda berikan terhadap saya..?
Aku gak mau berdebat lagi, bila anda dan perusahaan sayang sama aku, biarkanlah aku pergi (kayak lagu aja, biarkanlah ku pergi menyusuri jalan berliku ahahah)

Time is over, kesempatan gak datang dua kali. Aku harus gunakan kesempatan itu.
Now time is saying goodbye

Goodbye to my senior and everything at my office now..
Goodbye.. you are still in my heart even next month I cannot joining again.


PS : Setiap pertemuan pasti ada perpisahaan


Nangis beneran nih gue ahaha


Kamis, 31 Maret 2011

Me2day Update SHINee – Key 2011033


[Key] 하하! 날씨 좋습니다! 언능 만나고 싶군요… 아! 맞다~ 제가 너무 좋아하는 선데이누나가 출연하는 ‘오페라스타’ 많이 시청 바랍니다! 저도 너무너무 기대를 많이 하고 있는데요, 여러분도 응원 많이 보내주세요 ‘_’

Translate :

Hahaha.. Good weather!

Really want to quickly meet ah …

I hope Members of the (SHINee) will watch my sister starred in a super sunday like the ‘opera star’!

I am also looking forward to it, please support


Credit : me2day.net/shineeshinee

Selasa, 08 Maret 2011

Goodbye Ibu

Tanggal 8 Maret 2011
Pagi hari saat gue bekerja ada telepon dari Mama, kebetulan yang terima seketaris kantor gue.
“ Ris, tadi nyokap loe telepon, sambil nangis katanya sodara loe meninggal namanya Bu Titin, kenal gak loe”

Saat itu juga gue hanya bisa menyebut kata “ innalilahi wainnalilahi rojiun” dan beristigfar.

Gue masih gak percaya kalau Ibu meninggal, karena malam sebelum Ibu meninggal, Mama terus disamping Ibu, Mama temenin Ibu untuk mengambil Rafky yang baru keluar dari rumah sakit dan memang Mama bilang kalau Ibu sempat pingsan di rumah sakit.

Dan besok paginya gue mendapat kabar kalau Ibu meninggal, gue langsung telepon nyokap gue dan nyokap gue mengiyakan kalau Ibu sudah pergi, pergi meninggalkan kita semua, nyokap gue masih nangis pas gue telepon.

Gue langsung cabut ijin pulang, tadinya gue mau nyusul ke rumah sakit tapi kata Mama langsung aja ke rumah duka, jadilah gue langsung cabut, gue belum nangis tuh pas sampai di rumah duka, keluarga masih nunggu kedatangan jenazah.

Pas gue lihat Ibu terbujur kaku gak bergerak hanya diam, gue langsung nangis ditambah anak – anaknya terus nangis dan bikin gue tambah envy, ikutan nangis gue. Pas Ibu diletakkan di ruang keluarga dan gue melihat muka Ibu, Ya allah sedih banget, my second Mom already passed away. Gue melihat mukanya Ya Allah damai banget, seperti orang tidur, nyenyak banget udah gak mikirin apa – apa lagi.

Gue duduk disamping Ibu, gue lihat mukanya teduh banget, gue pegang bahu dan tangan kanannya, gue bilang “ Ibu bangun.. Ibu jangan pergi”  Tapi Ibu diam aja

Jujur gue sedih banget, karena hampir seminggu ini gue dan Mama selalu ada di rumah sakit temenin Ibu yang jagain Rafky, karena Rafky sakit.

Gue masih inget pas gue pulang dari kantor dan lembur sampai jam tujuh dengan perut laper, gue makan makanan yang tadinya untuk Ibu dan makan makanan cemilan Ibu yang di rumah sakit,
Gue masih inget saat gue jahilin ibu, nakut – nakutin Ibu dengan rambut panjang gue, Ibu ketakutan alasan Ibu rambut gue panjang dan lebat, jadi jangan digerai dikuncir aja. Yang lucunya Ibu bilang takut tapi Ibu malah mainin rambut gue.
Gue masih inget saat Ibu, Mama dan gue nungguin Rafky di luar kamar sambil duduk – duduk bercanda.
Gue masih inget pas gue foto Mama dan Ibu yang ternyata itu foto terakhir Ibu dan Mama. Memang sih pas di foto Ibu nunduk aja seperti gak mau difoto dan pas gue foto untuk kedua kalinya baru Ibu mau lihat kearah kamera.
Gue masih ingat saat Ibu bilang jangan buang – buang duit. Kata Ibu mending uangnya dibelikan emas atau ditabung dari pada beli tiket konser yang gak jelas.

Saat gue kesel sama nyokap dan cerita tentang cowok, Ibu pasti memberikan nasehat yang terbaik buat gue.
Saat gue gak punya uang buat beli makanan, Ibu selalu kasih uang buat gue, walaupun jumahnya gak besar yang penting bisa buat gue beli makan
Rumah Ibu sudah seperti rumah gue sendiri, terkadang gue suka jemput Mama dan tidur, habis itu baru pulang kerumah dan Ayah (suami Ibu) mirip banget sama bokap gue dan sudah kayak bokap sendiri.
Ibu itu orang lain tapi perasaan gue dan perasaan Mama ke Ibu dan keluarganya sudah seperti keluarga sendiri buat gue dan Mama, gak perduli suka atau duka selalu ada dan Ibu selalu jagain Mama.
She always take care my mom

Pada saat mau dimakamkan, gue pergi ke kuburan untuk melihat tempat untuk Ibu. Saat gue berangkat dari rumah itu cuaca panas banget, tapi pas di cideng ke arah tanah abang, hujan gede banget dan saat gue melanjutkan perjalanan dan melintasi flyover dimana jarak menuju makam sudah deket, gue tambah nangis kejar dan motor yang gue kendarain seakan gak mau berhenti, terus melaju kearah makam.
Hujan turun dan airmata gue ikutan turun. Syukurnya saat gue menangis hujan turun lebat, jadi semua orang di jalan gak tahu kalau gue nangis kejer, airmata gue terus jatuh sampai gue tiba di depan makam karet bivak, tempat dimana Ibu akan dimakamkan dan tempat peristirahatan keluarga gue yang sudah wafat. Bener deh envy banget, gue tahu banget gimana perasaan keluarganya, anak – anaknya, perasaan suaminya.
Saat gue nangis sudah berasa seperti di Sinetron, kaki gue berat banget melangkahkan kaki menuju makam, tangan gue berat banget, baju gue basah walaupun gue sudah pakai jas hujan, mata gue bengkak karena kebanyakkan nangis ditambah hujan lebat banget lengkap banget.

Sampai di makan gue langsung cabut ke makam uyut (Ibunya nenek) gue curhat sama dia, sudah kebiasaan gue kalau ke makam gue curhat. Gue bilang Ibu sudah meninggal dan dimakamkan di sini, di karet bivak, gue juga nangis dan masih hujan, gue duduk sendirian di makam, orang – orang sekitar makam hanya melihatin saja.

Tangis gue reda, gue udah caepk nangis, eh pas jenazah Ibu datang dan mau dimakamkan ditambah semua pada nangis, gue tambah sedih dan nangis lagi. Ya allah berat banget, cepat banget manggil Ibu .

Good bye Ibu, rest in peace
God, please take care of she, because she is good person and always take care of my mom and me

We must keep the faith and keep stronger

Good bye Ibu, Love you