I like the rain, because when it rains there will be no one who knows that I'm crying

Kamis, 10 Mei 2012

Get Married

Get Married

Gak pernah sedikit pun membayangkan kata get married. Jangankan ditanya tentang rencana pernikahan, pacar saja tidak punya, mau married sama siapa..?
Tapi nampaknya hal itu berlaku dikalangan teman – teman gue. Bahkan bulan May ini, hari sabtu-minggu dipenuhi oleh undangan pernikahan dari teman – teman gue. Disetiap undangan Nampak jelas Risma & Partners hahaha ketawa miris gue, nasib jojoba alias jomblo-jomblo bahagia yang gak punya gandengan hikss.

Bukannya gue takut untuk berpacaran, tapi apa mau dikata, sebagai wanita yang sibuk mana ada waktu untuk berpacaran. Pagi hari kerja full time dan sore hari langsung ngacir ke kampus tercinta untuk mengikuti perkuliahan dan sabtu-minggu rapat entah dimana dan entah mengurus masalah kuliah ataupun masalah komunitas dan akan berakhir pada malam hari, nah waktu pacarannya kapan? jangankan itu, waktu jatah luang hanya untuk sekedar tidur memuaskan hobi yang tertunda aja gak bisa, wanita karir susah ahahahahah.

Terkadang gue suka geleng – geleng kepala melihat teman-teman gue nikahnya cepet banget, baik yang sudah pacaran dari waktu sekolah dulu, maupun yang baru pacaran.
Seperti contoh gue punya temen deket waktu SMA dulu, dia memang sudah pacaran dan setelah lulus sekolah kurang lebih tiga bulan, dia langsung get married dengan pacarnya, dan saat ia hendak melamar pekerjaan , dia terpaksa berbohong (jaman sekarang itu agak sulit mencari kerja dikantoran untuk yang sudah menikah, apalagi yang sudah punya anak) dan setelah ia melahirkan dan ingin kembali bekerja, dia agak berat ke anak. Suaminya memang memiliki usaha sendiri, tapi apakah cukup bila hanya suami saja yang mencari kerja ?  syukur-syukur kalau suami dapat gaji lumayan, nah kalo enggak?

Yang kedua, temen gue dari SMP, dia sekarang berpacaran sudah tiga tahun, dia dan pacarnya sama-sama temen SMP gue. Si cowok ibaratnya pria sempurna (gue aja sempet naksir sama dia ahahahah) anak bontot, rajin ibadah, pinter, kerja mapan. Si cewek ini anak tunggal, kerja lumayan, pinter. Tapi dalam hubungan ini yang gue lihat melalui kacamata gue, terkadang si cewek banyak nuntut (Ya iyalah namanya juga cewek ahahhah) sementara si cowok sabaarrr banget.
Kalau lagi berantem pasti pada kabur ke gue buat cerita ckckckcck. Si cewek udah mau ngajakin get married aja, sementara si cowok belum siap. Si cowok masih terbebani dengan biaya kuliah dia dan belum siap untuk menghidupi si cewek. Sementara si cewek gak mikir panjang, maunya get married.

Dari contoh dua temen ini gue balajar. Get married itu bukanlah sebuah hal yang mudah, sulit man. Menyantukan dua buah kepala, hati yang berbeda dalam sebuah bingkai yang bernama pernikahan. Bingkai itu gak boleh goyang, retak, apalagi pecah.
Sebuah pernikahan itu dimana hanya ada aku dan dia tanpa orang lain. Kalau dipaksakan untuk segera get married tanpa sebuah persiapan yang matang, mau bagaimana nantinya..? sebagai cewek bukannya munafik, hari ini mau makan cinta..? emang dapur gak ngebul..? beli susu anak dari mana? Hal seperti itu mesti diperhatikan. Bagi seorang cowok bila sudah menikah, akan dikasih makan apa anak orang.? Masa mau numpang terus sama mertua..? hal ini mesti dipikirkan lebih matang.

Orang tua suka bilang “ Ya kalau dipikirkan seperti itu terus mau sampai kapan kamu nikah nak?” sejujurnya gue juga mau kok kalau setiap malam minggu ada yang ngapel ke rumah, ada yang antar atau jemput gue dikampus atau di kantor. Apalagi saat gue sedang asik naik motor sendirian dan tiba – tiba lewat sepasang muda-mudi didepan mata, ajiibbb, gue juga mau mas broo. Tapi apalah daya kiranya hikkzzz

Confession get married yuk mari






Tidak ada komentar:

Posting Komentar