Get Married
Gak
pernah sedikit pun membayangkan kata get married. Jangankan ditanya tentang
rencana pernikahan, pacar saja tidak punya, mau married sama siapa..?
Tapi
nampaknya hal itu berlaku dikalangan teman – teman gue. Bahkan bulan May ini,
hari sabtu-minggu dipenuhi oleh undangan pernikahan dari teman – teman gue.
Disetiap undangan Nampak jelas Risma & Partners hahaha ketawa miris gue,
nasib jojoba alias jomblo-jomblo bahagia yang gak punya gandengan hikss.
Bukannya
gue takut untuk berpacaran, tapi apa mau dikata, sebagai wanita yang sibuk mana
ada waktu untuk berpacaran. Pagi hari kerja full time dan sore hari langsung
ngacir ke kampus tercinta untuk mengikuti perkuliahan dan sabtu-minggu rapat
entah dimana dan entah mengurus masalah kuliah ataupun masalah komunitas dan
akan berakhir pada malam hari, nah waktu pacarannya kapan? jangankan itu, waktu
jatah luang hanya untuk sekedar tidur memuaskan hobi yang tertunda aja gak
bisa, wanita karir susah ahahahahah.
Terkadang
gue suka geleng – geleng kepala melihat teman-teman gue nikahnya cepet banget,
baik yang sudah pacaran dari waktu sekolah dulu, maupun yang baru pacaran.
Seperti
contoh gue punya temen deket waktu SMA dulu, dia memang sudah pacaran dan
setelah lulus sekolah kurang lebih tiga bulan, dia langsung get married dengan
pacarnya, dan saat ia hendak melamar pekerjaan , dia terpaksa berbohong (jaman
sekarang itu agak sulit mencari kerja dikantoran untuk yang sudah menikah,
apalagi yang sudah punya anak) dan setelah ia melahirkan dan ingin kembali bekerja,
dia agak berat ke anak. Suaminya memang memiliki usaha sendiri, tapi apakah
cukup bila hanya suami saja yang mencari kerja ? syukur-syukur kalau suami dapat gaji lumayan,
nah kalo enggak?
Yang
kedua, temen gue dari SMP, dia sekarang berpacaran sudah tiga tahun, dia dan
pacarnya sama-sama temen SMP gue. Si cowok ibaratnya pria sempurna (gue aja
sempet naksir sama dia ahahahah) anak bontot, rajin ibadah, pinter, kerja
mapan. Si cewek ini anak tunggal, kerja lumayan, pinter. Tapi dalam hubungan
ini yang gue lihat melalui kacamata gue, terkadang si cewek banyak nuntut (Ya
iyalah namanya juga cewek ahahhah) sementara si cowok sabaarrr banget.
Kalau
lagi berantem pasti pada kabur ke gue buat cerita ckckckcck. Si cewek udah mau
ngajakin get married aja, sementara si cowok belum siap. Si cowok masih
terbebani dengan biaya kuliah dia dan belum siap untuk menghidupi si cewek.
Sementara si cewek gak mikir panjang, maunya get married.
Dari
contoh dua temen ini gue balajar. Get married itu bukanlah sebuah hal yang
mudah, sulit man. Menyantukan dua buah kepala, hati yang berbeda dalam sebuah
bingkai yang bernama pernikahan. Bingkai itu gak boleh goyang, retak, apalagi
pecah.
Sebuah
pernikahan itu dimana hanya ada aku dan dia tanpa orang lain. Kalau dipaksakan
untuk segera get married tanpa sebuah persiapan yang matang, mau bagaimana
nantinya..? sebagai cewek bukannya munafik, hari ini mau makan cinta..? emang
dapur gak ngebul..? beli susu anak dari mana? Hal seperti itu mesti
diperhatikan. Bagi seorang cowok bila sudah menikah, akan dikasih makan apa
anak orang.? Masa mau numpang terus sama mertua..? hal ini mesti dipikirkan
lebih matang.
Orang
tua suka bilang “ Ya kalau dipikirkan seperti itu terus mau sampai kapan kamu
nikah nak?” sejujurnya gue juga mau kok kalau setiap malam minggu ada yang
ngapel ke rumah, ada yang antar atau jemput gue dikampus atau di kantor.
Apalagi saat gue sedang asik naik motor sendirian dan tiba – tiba lewat
sepasang muda-mudi didepan mata, ajiibbb, gue juga mau mas broo. Tapi apalah daya
kiranya hikkzzz
Confession
get married yuk mari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar