I like the rain, because when it rains there will be no one who knows that I'm crying

Senin, 28 Mei 2012

KEHIDUPAN ANAK KULIAH KHUSUS BUAT PARA PEKERJA / KULIAH MALAM


Mungkin untuk yang belum merasakan kuliah akan berfikir
“wah enak ya yang udah jadi mahasiswa”
“pasti bisa ketemu cowok – cowok ganteng”
“wah gila kampusnya keren banget”

Sebagian besar akan berfikir seperti itu, namun kalau untuk kaum pekerja seperti gue dan temen – temen gue yang sebagian besar adalah para pekerja pikiran seperti itu bukanlah pikiran utama, tetapi bagaimana caranya untuk segera lulus ahahahahha.

Seperti kehidupan perkuliahan gue dimana harus segera kabur menuju kampus tercinta untuk mengikuti mata kuliah tepat pukul 5 sore. Berhubung pagi harinya gue kerja mencari nafkah untuk seonggok berlian ahahaha. Pulang kantor tepat pukul 5 sore, tapi kalau kerjaan lagi banyak banget bisa pulang telat dari jam 5 sore dan akibatnya gue harus segera kabur secepat kilat. Untuk para dosen yang berbaik hati, mereka akan membiarkan yang telat masuk, celakanya kalau loe dapat dosen yang gak bisa diajak kompromi dan gue pernah dapet dosen model kayak gini.
Batas keterlambatan hanya 30 menit, artinya loe mesti masuk kelas jam 5.30 sore, dan kalau telat dikit, kelas sudah dikunci dan otomotis loe dianggap tidak hadir mengikuti perkuliahan. Atau loe bisa masuk kelas dengan syarat merangkum bab dari modul perkuliahan yang sedang dia ajarakan hari itu, ahahah gila kan..?. Untungnya selama gue kuliah, cuman dapat 1 dosen model kayak gini, selebihnya dapat dosen yang semua pada pengertian.
Tapi itu semua gak berlaku untuk tugas – tugas yang diberikan. Bergadang, gak pulang kerumah itu adalah asam pahit kehidupan kuliah. Mau dapat nilai bagus, lumayan atau jelek itu usaha dari masing – masing mahasiswa sendiri. Bergadang hingga gak pulang kerumah udah gue pernah jalanin, kabur dari satu kampus ke kampus lain hanya untuk sekedar minta ttd dosen dan konsultasi makalah juga sudah gue lakukan.
Kalau dulu waktu sekolah SMP-SMA guru bisa dikejar hingga keruang guru dan para guru akan berbaik hati menunggu tugas loe, jangan harap dibangku kuliah loe bakalan dapat hal yang sama. Kalau dosen yang loe mau kejar sudah gak ada dikampus tempat loe kuliah, itu artinya loe harus mengejar dia kekampus lain, tempat dimana selanjutnya dia mengajar, ibaratnya kampus loe diwilayah salemba nah dosen loe itu ada di wilayah fatmawati atau bekasi, mau gak mau loe harus nguber tuh dosen dia wilayah itu. Jadi jangan kaget, menjadi mahasiswa itu gak enak atau gak seindah hayalan semata, butuh perjuangan cui kekekekekek.
Itu kehidupan biasa, nah kalau waktu ujian gimana..? untuk ujian biasanya akan dimulai tepat pukul 5 sore, paling telat pukul 5.15 sore yang artinya harus sampai dikampus tepat waktu atau loe gak boleh ikut ujian, nah ini semua tergantung pengawas ujian, ada yang baik hati dan memaklumi untuk para pekerja ada juga yang gak mau tahu ckckck.
Gimana belajarnya kalau paginya kerja dan sorenya kuliah..? semua tergantung dari masing – masing mahasiswa. Jujur saja kalau gue dan temen – temen pasti akan belajar, ya walaupun ujung-ujungnya nyontek satu sama lain ahahahha. Itu masih mending dari pada sok munafik nyontek jawaban selain punya temen dekat loe ataupun loe buka buku dibawah bangku dan yang lebih canggih, nyontek via BBM ckckckck. Untuk para mahasiswa yang sudah belajar susah payah dan melihat salah satu temannya berbuat hal seperti itu, adalah sebuah hal yang gak fair, lain halnya buat gue dan temen –temen dekat gue, kita sih cuek – cuek aja, selama gak nyontek jawaban gue dan teman – teman gue wkwkwkw.

Jadi kalau ujian, gue dan temen – temen deket gue akan membagi tugas. Misalnya si A belajar dari bab 1-3 , si B belajar dari bab 4-7 dan gue belajar untuk bab 8-10 sebuah kombinasi yang pas dan akurat.  Gue menamakan team gue adalah team sukses. Terbukti dari hasil kerja team seperti itu nilai mata kuliah akan bagus, nah kalau jelek, gak beda jauh bakal jelek semua ahahahah. Itu semua tergantung dari si A-B dan gue. Misalnya gue gak yakin dengan jawaban soal no 5, nah gue bakalan tanya ke si A dan B, walaupun itu soal adalah soal yang gue pelajari untuk bab pelajaran bagian gue. Kalau gak yakin ya udah berdasarkan feeling.
Selain itu temen deket gue sebut aja si A dan B, mereka berdua adalah pekerja tapi mereka sudah pulang dari jam 4 sore, berbeda dengan gue yang baru pulang jam 4.30 dan perjalanan bisa ditempuh setengah jam lebih. Biasanya gue akan minta si A atau si B untuk tag tempat duduk buat gue, tapi seperti biasa ada beberapa mafia yang ingin dekat – dekat dengan kelompok team sukses.
Bukannya sombong, menanggap diri kami pinter, tapi kami sebagai team sukses tidak terlalu suka dengan mahasiswa tipe itu, mendekati kami hanya pada saat ujian berharap mendapatkan jawaban, tapi kalau pas kuliah biasa gak mendekati kami, jangankan itu hanya sekedar mengobrol dengan kami saja tidak, makanya kami sebut dnegan mafia aahahahahah.

Biasanya kalau para mafia itu tidak menyadari bahwa keberadaannya tidak kami harapkan dan masih saja menyontek jawaban kami dengan tenang, pas kelar ujian kami akan menyidir habis – habisan hingga membuat mafia malu ahahah (jahat benar).


Ya itulah kehidupan kuliah yang bisa gue sharing. Tapi inti menjadi mahasiswa itu menyenangka apalagi kalau kuliahnya pagi, pasti akan lebih banyak waktu untuk berteman dengan mahasiswa jurusan lain atau mengikuti aktifitas lain, berbeda dengan mahasiswa malam yang rata – rata pekerja.

Kamis, 10 Mei 2012

EPISODE DO YOU KNOW WHO AM I..?


CALL MY NAME
Risma Hariati  adalah nama lengkap gue. Orang yang biasanya memanggil gue dengan nama ini adalah orang yang baru mengenal atau yang menanyakan nama lengkap gue dan biasanya kalau nama Risma lebih dari satu, maka nama lengkap gue akan disebutkan dan tentunya dosen gue,

Risma adalah nama panggilan untuk orang yang baru berteman dengan gue dan belum terlalu dekat atau kalau gue suka gak denger kalau mereka menyebut gue dengan memotong nama gue contohnya memanggil gue dengan sebutan Ma atau Ris, maka akan memanggil gue dengan nama ini.

Mami atau Mama atau Mom adalah nama panggilan untuk teman – teman lama gue yang sudah mengenal gue cukup lama, biasanya teman dekat, teman dari SMP dan SMA. Kalau kata temen – temen gue yang memanggil dengan panggilan itu, mereka anggap gue seperti nyokap mereka. Yang biasanya ngemong mereka dan cerewet, Waktu di SMP, nama Risma ada tiga orang, makanya teman – teman SMP memanggil gue dengan Mami. Kalau ada yang tanya nama Risma kan rada bingung secara ada tiga orang, tapi kalau tanya Risma Mami, pasti teman – teman gue sudah pada tau termasuk penjaga sekolah

Ris adalah nama panggilan gue untuk teman – teman dikalangan komunitas, misalnya di Fanbase, SHINee World Indonesia, dan teman – teman soshindo. Terkadang nama gue ditambahi menjadi Rhis biasanya yang panggil gue dengan panggilan ini anak – anak di SHINee World Indonesia.

Ma. Nama gue kan Risma dan yang manggil gue dengan menyebut Ma biasanya teman – teman kuliah gue yang dekat banget sama gue, contohnya Zita, Intan, Lenny, Winda, Asa. Tapi bisanya akan berakhir dengan pangilan Ma.. Ema..(seperti bunyi Emak) biasanya yang kurang ajar panggil gue dengan nama ini adalah Zita


Sekian penjelasan nama – nama panggilan saya, Sampai berjumpa di lain kesempatan,,

Get Married

Get Married

Gak pernah sedikit pun membayangkan kata get married. Jangankan ditanya tentang rencana pernikahan, pacar saja tidak punya, mau married sama siapa..?
Tapi nampaknya hal itu berlaku dikalangan teman – teman gue. Bahkan bulan May ini, hari sabtu-minggu dipenuhi oleh undangan pernikahan dari teman – teman gue. Disetiap undangan Nampak jelas Risma & Partners hahaha ketawa miris gue, nasib jojoba alias jomblo-jomblo bahagia yang gak punya gandengan hikss.

Bukannya gue takut untuk berpacaran, tapi apa mau dikata, sebagai wanita yang sibuk mana ada waktu untuk berpacaran. Pagi hari kerja full time dan sore hari langsung ngacir ke kampus tercinta untuk mengikuti perkuliahan dan sabtu-minggu rapat entah dimana dan entah mengurus masalah kuliah ataupun masalah komunitas dan akan berakhir pada malam hari, nah waktu pacarannya kapan? jangankan itu, waktu jatah luang hanya untuk sekedar tidur memuaskan hobi yang tertunda aja gak bisa, wanita karir susah ahahahahah.

Terkadang gue suka geleng – geleng kepala melihat teman-teman gue nikahnya cepet banget, baik yang sudah pacaran dari waktu sekolah dulu, maupun yang baru pacaran.
Seperti contoh gue punya temen deket waktu SMA dulu, dia memang sudah pacaran dan setelah lulus sekolah kurang lebih tiga bulan, dia langsung get married dengan pacarnya, dan saat ia hendak melamar pekerjaan , dia terpaksa berbohong (jaman sekarang itu agak sulit mencari kerja dikantoran untuk yang sudah menikah, apalagi yang sudah punya anak) dan setelah ia melahirkan dan ingin kembali bekerja, dia agak berat ke anak. Suaminya memang memiliki usaha sendiri, tapi apakah cukup bila hanya suami saja yang mencari kerja ?  syukur-syukur kalau suami dapat gaji lumayan, nah kalo enggak?

Yang kedua, temen gue dari SMP, dia sekarang berpacaran sudah tiga tahun, dia dan pacarnya sama-sama temen SMP gue. Si cowok ibaratnya pria sempurna (gue aja sempet naksir sama dia ahahahah) anak bontot, rajin ibadah, pinter, kerja mapan. Si cewek ini anak tunggal, kerja lumayan, pinter. Tapi dalam hubungan ini yang gue lihat melalui kacamata gue, terkadang si cewek banyak nuntut (Ya iyalah namanya juga cewek ahahhah) sementara si cowok sabaarrr banget.
Kalau lagi berantem pasti pada kabur ke gue buat cerita ckckckcck. Si cewek udah mau ngajakin get married aja, sementara si cowok belum siap. Si cowok masih terbebani dengan biaya kuliah dia dan belum siap untuk menghidupi si cewek. Sementara si cewek gak mikir panjang, maunya get married.

Dari contoh dua temen ini gue balajar. Get married itu bukanlah sebuah hal yang mudah, sulit man. Menyantukan dua buah kepala, hati yang berbeda dalam sebuah bingkai yang bernama pernikahan. Bingkai itu gak boleh goyang, retak, apalagi pecah.
Sebuah pernikahan itu dimana hanya ada aku dan dia tanpa orang lain. Kalau dipaksakan untuk segera get married tanpa sebuah persiapan yang matang, mau bagaimana nantinya..? sebagai cewek bukannya munafik, hari ini mau makan cinta..? emang dapur gak ngebul..? beli susu anak dari mana? Hal seperti itu mesti diperhatikan. Bagi seorang cowok bila sudah menikah, akan dikasih makan apa anak orang.? Masa mau numpang terus sama mertua..? hal ini mesti dipikirkan lebih matang.

Orang tua suka bilang “ Ya kalau dipikirkan seperti itu terus mau sampai kapan kamu nikah nak?” sejujurnya gue juga mau kok kalau setiap malam minggu ada yang ngapel ke rumah, ada yang antar atau jemput gue dikampus atau di kantor. Apalagi saat gue sedang asik naik motor sendirian dan tiba – tiba lewat sepasang muda-mudi didepan mata, ajiibbb, gue juga mau mas broo. Tapi apalah daya kiranya hikkzzz

Confession get married yuk mari