Bulan Ramadan sudah lewat,
tergantikan oleh suara gema takbir yang berkumandang di Masjid, Musholla dan
rumah – rumah. Akhirnya bulan Ramadan sudah benar – benar berkahir. Bulan yang
penuh ridha, ampunan dan penuh pahala serta berkah.
Sejujurnya sedih harus
berpisah dengan bulan ramdan. Memang harus aku akui, bulan Ramadan kali ini,
aku tidak bisa berkumpul dengan keluargaku hanya untuk berbuka puasa bersama
atau menunaikan sholat tarawih bersama.
Semenjak aku pindah kerja
ke tempat yang baru, ditambah libur kuliah, aku tidak bisa pulang on time,
malahan harus pulang larut karena sibuknya pekerjaan.
Bulan puasa kali ini
amatlah berat, dimana hanya aku saja yang harus menjalankan ibadah puasa di
tengah – tengah teman – temanku yang non muslim, bahkan aku harus berbuka puasa
di kantor.
Teman – temanku bahkan
bosku ikutan repot saat azan magrib berkumandang. Mereka ikutan sibuk
mempersiapkan menu buka puasa untukku. Satu hal yang mereka takutka, yaitu
takut aku pingsan karena berpuasa. Terkadang aku menahan tawa dan terharu,
ternyata mereka menghawatirkan aku.
Terkadang mereka bertanya
– tanya tentang agamaku, kenapa aku harus puasa..? memangnya gak lapar nahan
makan dan gak haus nahan minum, dan kenapa harus membagi – bagikan uang disaat
lebaran padahal aku kan belum menikah. Tradisi ini berbeda dengan kaum Chinese,
dimana para gadis ataupun pemuda yang masih lajang tidak boleh membagikan
angpau, malahan mereka masih dapat angpau sampai mereka menikah. Ya itulah
perbedaan. Setiap perbedaan itu memiliki cirri khas masing – masing dan yang
pasti perbedaan itu indah dan penuh warna.
Good bye Ramadan
I am gonna missing you
Hope can meet u on next
year. Amien
Tidak ada komentar:
Posting Komentar