24 May 2010 on Monday
Hari itu adalah hari terburuk sepanjang hidup gw dan gw gak akan pernah bisa lupa.
Hari itu udah buat hidup gw berubah..
Malam itu habis pulang kuliah gw hendak anterin teman gw ke kampung melayu.
Biasanya dia naik trans jakarta atau busway. Berhubung hari itu udah malam banget dan rumahnya jauh, makanya gw mo anter dia ke kampung melayu biar gampang cari angkot.
Perjalanan lancar - lancar aja mungkin sebelumnya gw udah di ingetin karena pas habis tanjakkan di st. kramat, motor gw jadi aneh kayak ada bunyi yang jatuh.
Temen gw udah bilang, kenapa nich Ris motor lo? gw bilang nyantai aja..
Perjalanan lancar sampai di lampu merah ke arah kampung melayu habis KFC gw liat ada orang tabrakkan. Kan lampu hijau mobil dan motor pada berebut jalan duluan dan motor sama motor tabrakan beruntun di depan mata gw, karena motor gw pas dibelakangnya dan gw langsung rem.
Gw bilang sama temen gw.." Aduch gw ngeri liat motor tabrakkan"
Temen gw bilang " Iya Ma.. serem"
Gw pun melanjutkan perjalanan dan udah sampai di terminal kampung melayu.
" Makasih ya Ma.. hati - hati di jalan. tas lo jangan pindahin ke belakang, nanti jatuh lagi" ucapnya saat ia melihat aku memindahkan tas ransel coklat ku ke belakang pundakku yang tadinya aku taruh di depan badanku karena habis boncengin temanku itu.
" Enggak. Gak enak Ta kalo di depan. Yau dah lo hati - hati, rumah lo kan jauh" jawabku
Aku melanjutkan perjalanan sampai akhirnya tabrakan itu terjadi
Sehabis lampu merah arah balik ke salemba di daerah Jatinegara motorku menabrak separator busway.
Motorku berada di dekat jalur busway ( Jatinegar kan punya dua jalur, jalur busway di tengah dan aku berada di jalur kanan, jika kita hendak ke arah salemba).
Sehabis lampu hijau kendaraan berebut untuk jalan. Kondisi jalan sepi dan ketika aku hendak jalan, mataku silau karena melihat lampu - lampu dari mobil dan motor alhasil aku menabrak separator busway.
Tubuhku mental, sepatu ku entah kemana mentalnya, tas rasel masih di badanku, dan helm kyt full face yang kukenakan juga masih menempel di kepalaku.
rasanya badabku seperti di tubruk dari depan oleh benda tajam, aku terjatuh, kebanting kearah kanan dan kusadari bibr dalamku sobek, celana bahan hitamku sobek di kedua sisi dan aku sadari ada darah di kakiku. Karena aku merasa di kakiku mejadi lengket dan berasa nyeri. Ku cek kepalaku dan kulepas helm syukur tidak ada pendarahan.
Aku di tolong oleh pedagang di sekitar situ dan ditanyai. Aku bilang aku bisa pulang sendiri, aku tidak ingin meyusahkan orang lain.
Aku memaksakan pulang, motorku hancur, dan kusadari tangan kananku sakit sekali.
Orang yang pertama ku telepon adalah teman yang tadi kuantarkan, ia kaget dan syok bahkan menangis kemudian ku telepon keluargaku saat lampu merah matraman.
Di perjalanan ku paksakan sampai di rumah. Tiba di rumah baru aku menjatuhkan badanku di tempat tidur dan mama ku langsung mengobat luka lecet- lecet di muka ku, kaki ku. Teman - temanku pada membalas sms yang sebelumnya aku kirimkan. Aku pun tertidur setelah lelah.
Esok harinya aku berniat ke dokter dan aku terkaget, dokter bilang aku mesti di ronsen dan hasilnya bahu kananku retak dan harus rawat inap+ operasi.
Kalang kabut, aku gak mau di operasi, tidur di rumah sakit karena auranya gak enak..selain itu biayanya mahal. Aku ikut asuransi tapi apa semuanya di cover oleh asuransi..?
Dokter bedah itu bilang aku di suruh cek ke dokter tulang.
Aku pulang ke rumah dan minta di urut, sakitnya minta ampun, tapi syukurlah bahu kananku sudah agak mendingan.
Besoknya aku kembali ke rumah sakit dan dokter bilang aku harus di kasih gips biar tulangnya kembali rekat, aduch aku kayak orang bego, tangan kanan ku gak bisa bergerak leluasa. Tapi aku menolaknya dan aku minta dianter ke tukang urut di wilayah kemayoran yang emang manjur.
Pas diurut, Ya TUhan sakitnya minta ampun, sampai aku teriak.
Mama ku bilang, ini tegoran untukku, mungkin aku lalai dalam menjalankan perintah Tuhanku..
Aku berfikir Tuhan masih sayang sma aku, setelah netbook ku hilang, Tuhan masih kasih aku menemukannya, sekarang Tuhan kasih aku kecelakaan untungnya ku bisa pulang ke rumah walaupun bahu kananku retak.
aku ingin bilang ke semua temanku..
Terima kash kalian sudah jenguk aku, mendoakan aku, perhatikan aku..
Aku sangat menghargai hal itu dan akan aku ingat selalu
Dan specially untuk seseorang yang malam naas itu aku anterin ke kampung melayu..
This is not your fault.. but my fault
Tuhan udah kasih gw cobaan, seandainya pun gw gak anterin elo mungkin aja gw bisa kecelakaan dimana aja.. Lo jangan nangis lagi dan merasa bersalah karena ini bukan kesalahan elo..
Thanks for my friends, and my family dan seseorang yang udah biayai pengobatan gw.. Gw sangat hargai itu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar