I like the rain, because when it rains there will be no one who knows that I'm crying

Senin, 04 Oktober 2010

Iri hati..?? No way ya..


Akhir – akhir ini adik gue tersayang dibelikan semua permintaannya.
Mulai dari gitar listrik, dikasih uang saku yang melebihi uang saku yang dulu pernah Bokap kasih ke gue sampai dibelikan motor terbaru keluaran tahun 2010, walaupun kredit tetap aja Bokap gue yang bayar.
Yang bikin tambah gondok lagi pas lebaran kemarin dikasih uang buat lebaran hampir mencapai uang satu juta rupiah, gila.. mau protes gue..? apa bisa ..?
Alasan yang utama adalah karena adik gue itu seorang laki – laki sementara gue adalah anak perempuan. Memang dari awal Bokap gue ingin anak pertamanya adalah anak laki – laki, namun yang lahir adalah anak perempuan yaitu gue dan saat ingin anak perempuan maka lahirlah adik gue. Gue sama adik gue berbeda usia lima tahun. Sebenarnya sebelum adik gue itu lahir ada lagi tetapi Nyokap gue keguguran sehingga yang keluar adalah adik gue ini, namanya Rinaldy Sastrawan, nama sih keren tapi kalau ada gue sama dia dirumah seperti anjing dengan kucing berantem terus kerjaannya.
Gue sama Aldy memang kadang bertengkar tetapi terkadang merindukan, contohnya saat gue pergi ke luar kota dan gak tidur di rumah Aldy suka merindukan keberadaan gue. Mungkin gak ada teman berantem, terkadang dia tidur ditempat tidur gue dan pas gue pulang, tempat tidur gue sudah acak – acakkan gak beraturan. Ih nyebelin.
Sebenarnya sih Bokap gue berlaku adil antara gue dan Aldy. Waktu gue kecil, setiap minggu selalu gue diajak ke mall beli baju baru, makan diluar hingga setiap ulangtahun pasti dirayakan. Maklum saat itu Bokap gue lagi mempunyai uang lebih. Saat Aldy kecil dia belum pernah diajak ke mall bahkan ulangtahunnya tidak pernah dirayakan maklum saat itu keuangan Bokap gue gak memungkinkan, istilahnya gue sudah sempat menikmati masa itu, sedangkan Aldy tidak pernah merasakan. Hal ini terjadi sebaliknya saat kita berdua sudah besar sekarang Aldy lah yang dimanja oleh Bokap sedangkan gue boro – boro. Alasan pertama karena gue sudah besar dan semua keinginan gue sudah terpenuhi dengan baik dan yang kedua karena gue sudah bekerja. Padahal gue kan masih ikut orangtua, masih tanggungan mereka huhuhu..
Cemburu wajar, tapi iri hati no way. Didalam kamus hidup gue gak ada yang namanya iri hati. Tuhan suadh cukup adil kok buat gue. Terkadang orang lain bertanya
“ Ris, kamu gak ngiri apa sama Aldy. Tuh Aldy dibelikan barang – barang baru sementara kamu dikasih barang – barang bekas..?”
Gue hanya bisa nyengir kuda. Sebagai seorang anak pertama yang telah mengerti lebih dahulu tentang kondisi keluarganya daripada sang adik. Gue hanya bisa bertindak dan bersikap dewasa. Kalau gue gak bisa menerima keadaan dan iri hati sama adik gue, mana bisa gue hidup tenang. Memang Bokap gue ada salahnya juga mendidik adik gue, karena terlalu dimanja adik gue menjadi nakal dan sering keluar untuk kumpul dengan teman – temannya dan pulang kerumah sekitar pukul sebelas malam. Lebih mementingkan urusan bermain daripada sekolah hingga nilai ulangan dia harus remedial sebanyak enam belas mata pelajaran.
Gue sebagai kakak merasa kecewa, gue marahain adik gue, dia malah membentak gue bahkan membentak Nyokap gue. Akhirnya gue tegor langsung ke Bokap gue.
“ Lihat tuh anak ayah, karena sering dimanja jadinya melawan kakak sama mama. Ayah mestinya didik dia seperti dulu ayah mendidik Risma. Memang dia anak laki – laki, tapi lihat nanti jika terus dimanja seperti ini apa akan ada hasilnya..? yang ada nanti tambah belagu.”
Bokap gue yang gue nasehatin seperti itu hanya terdiam.
Gue bukannya sok tua, iri hati atau apa, tapi karena gue sayang sama keluarga gue. Gue mau Aldy, adik gue menjadi seorang laki – laki yang mandiri, yang berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan apa yang dia inginkan bukan hanya mengandalkan Orangatua atau kakaknya. BIla orangtua panjang umur, tapi kalau tidak akan bagaimana..?
Gue akui, jujur didalam hati ada perasaan bertanya – tanya. Apa karena gue ini anak perempuan. Yang nantinya akan ikut suami dan pasti menjadi ibu rumah tangga sementara Aldy adalah seorang laki – laki yang nantinya akan menjadi kepala keluarga untuk keluarganya kelak dan akan mencari nafkah. Tapi sekarang laki – laki dan perempuan sama derajatnya. Gue maunya Aldy tumbuh menjadi seseorang laki – laki yang mempunyai bekal dan mental baja, yang kuat dan tangguh, yang tidak selalu mengandalakan orangtua dan kakaknya, tidak pantang menyerah dalam menjalani hidup dan bermental tempe.
Dik, walaupun kakakmu ini galak tetapi itu semua kakak lakukan untukmu.
I always keep and protect you.
I don’t wanna you know anything what I has be done for you.
Just remember how much I love you.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar